Beranda / Panduan / Jenis-Jenis Barcode (1D & 2D)
Panduan

Jenis-Jenis Barcode (1D & 2D)

Ada puluhan simbologi barcode. Berikut yang paling umum Anda temui, dikelompokkan menjadi 1D (garis) dan 2D (pola kotak).

Terakhir diperbarui: 1 Agustus 2026 · scan-barcode.id

Barcode 1D (garis)

FormatFungsi utama
EAN-13 / EAN-8Produk ritel (standar global; 8991… untuk Indonesia)
UPC-A / UPC-EProduk ritel Amerika Utara
Code 128Logistik & gudang; padat, mendukung huruf-angka
Code 39Industri & label internal
ITF-14Karton / dus pengiriman
CodabarPerpustakaan, laboratorium

Barcode 2D (pola kotak)

FormatFungsi utama
QR CodeTautan, pembayaran QRIS, WiFi, promosi
Data MatrixPenandaan komponen kecil, farmasi
PDF417KTP/SIM, boarding pass, dokumen
AztecTiket transportasi

Cara memilih format

  • Jual produk ritel? Gunakan EAN-13 (daftar resmi ke GS1 untuk penjualan luas).
  • Butuh menyimpan huruf & angka untuk internal/logistik? Code 128.
  • Butuh tautan atau pembayaran? QR Code / QRIS.

Semua format di atas bisa Anda pindai; sebagian besar juga bisa Anda buat sendiri.

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa jenis barcode yang paling umum di Indonesia?

EAN-13 untuk produk ritel (diawali 899 bila didaftarkan lewat GS1 Indonesia) dan QR Code/QRIS untuk pembayaran.

Apa beda barcode 1D dan 2D?

1D menyimpan data dalam garis dengan kapasitas kecil; 2D (seperti QR) menyimpan lebih banyak data dalam pola kotak.

Barcode apa yang ada di boarding pass?

Umumnya PDF417 atau Aztec — keduanya barcode 2D.

Artikel terkait

Lanjutkan membaca

Coba pindai berbagai format

Pindai atau buat barcode & QR langsung dari browser — gratis, tanpa aplikasi.

Buka Scanner Gratis →