Arti Angka pada Barcode: Membaca Kode EAN-13
Deretan angka di bawah garis barcode bukan angka acak. Setiap bagian punya arti — dari negara pendaftar hingga digit pemeriksa. Berikut cara membacanya.
Terakhir diperbarui: 1 Agustus 2026 · scan-barcode.id
Struktur barcode EAN-13
Barcode produk ritel yang paling umum di Indonesia adalah EAN-13, terdiri dari 13 digit. Ambil contoh 899 1002 21003 5. Angka ini terbagi menjadi empat bagian bermakna:
| Bagian | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| Prefix negara (GS1) | 899 | Negara tempat perusahaan mendaftar — 899 = Indonesia |
| Kode perusahaan | 1002 | Identitas pabrikan / pemilik merek |
| Kode produk | 21003 | Nomor unik item tersebut |
| Check digit | 5 | Digit pemeriksa agar hasil scan tidak salah |
Apa arti 3 digit pertama?
Tiga digit pertama disebut GS1 prefix dan menunjukkan di mana perusahaan mendaftarkan barcode — bukan tempat produk dibuat. Contoh: 899 berarti didaftarkan lewat GS1 Indonesia. Sebuah produk berkode 899 bisa saja diproduksi di luar negeri oleh perusahaan Indonesia, dan sebaliknya.
Ingin tahu negara dari sebuah barcode? Gunakan alat cek barcode kami atau baca daftar lengkap kode negara barcode.
Cara kerja check digit
Digit terakhir dihitung dari 12 digit sebelumnya menggunakan rumus GS1 (bobot bergantian 1 dan 3). Jika hasil scan tidak cocok dengan check digit, alat pemindai akan menolaknya — inilah yang mencegah kesalahan baca. Barcode dengan check digit tidak valid patut dicurigai (mis. salah cetak atau tiruan asal-asalan).
Bagaimana dengan EAN-8 dan UPC?
- EAN-8 (8 digit) — versi ringkas untuk kemasan kecil.
- UPC-A (12 digit) — standar Amerika Utara; secara teknis EAN-13 dengan awalan 0.
Semua bisa Anda periksa langsung dengan menempelkan nomornya ke alat cek kami.